Site icon PosmetroTV24

Longsor Gletser Di Pegunungan Alpen: Ancaman Perubahan Iklim

Longsor Gletser

Longsor Gletser Di Pegunungan Alpen: Ancaman Perubahan Iklim

Pada Akhir Mei 2025, Sebuah Peristiwa Longsor Gletser Besar Terjadi Di Salah Satu Puncak Pegunungan Alpen, Tepatnya Di Wilayah. Perbatasan antara Swiss dan Italia, Gletser yang longsor di kenal sebagai bagian dari Gletser Theodul. Yang selama bertahun-tahun telah menunjukkan tanda-tanda penyusutan akibat pemanasan global. Longsor ini terjadi setelah beberapa hari suhu udara meningkat secara drastis, mencapai titik tertinggi musim semi dalam dua dekade terakhir. Suhu yang lebih hangat dari biasanya menyebabkan lapisan es mencair lebih cepat, melemahkan struktur gletser, hingga akhirnya memicu runtuhnya bagian besar dari massa es tersebut.

Longsor Gletser membawa serta bongkahan es, salju, dan batu dengan kecepatan tinggi, meluncur menuruni lereng gunung dan menimbulkan kerusakan pada jalur pendakian serta stasiun observasi kecil yang berada di ketinggian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena wilayah tersebut sedang di tutup sementara akibat peringatan cuaca ekstrem. Namun, kerusakan pada infrastruktur pendakian dan meningkatnya risiko bencana telah membuat otoritas setempat meningkatkan status siaga.

Para ilmuwan menyebut bahwa Longsor Gletser ini merupakan salah satu bukti nyata dampak perubahan iklim. Studi dari Pusat Penelitian Gletser Swiss mencatat bahwa gletser di Pegunungan Alpen telah kehilangan hampir 60% volume esnya dalam seratus tahun terakhir. Fenomena seperti ini di perkirakan akan semakin sering terjadi seiring peningkatan suhu global.

Pemerintah Swiss dan Italia kini tengah mengevaluasi ulang langkah-langkah keselamatan di area pegunungan, termasuk sistem peringatan dini dan penutupan jalur pendakian pada musim dengan suhu tinggi. Di sisi lain, komunitas ilmiah terus mendorong upaya mitigasi perubahan iklim secara global untuk mengurangi laju pencairan gletser.

Peristiwa longsor gletser di Alpen ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga pengingat serius bagi dunia bahwa krisis iklim sedang berlangsung dan membutuhkan tindakan nyata dari semua pihak.

Sejarah Gletser Di Pegunungan Alpen: Dari Kejayaan Es Abadi Hingga Ancaman Kepunahan

Gletser di Pegunungan Alpen telah menjadi simbol keagungan alam Eropa selama ribuan tahun. Terbentuk sejak Zaman Es terakhir, sekitar 10.000 tahun yang lalu, gletser-gletser ini dulunya membentang luas menutupi hampir seluruh wilayah Alpen. Mereka berperan besar dalam membentuk lanskap pegunungan yang kita kenal hari ini—membentuk lembah-lembah dalam, danau glasial, serta jalur aliran sungai yang penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya Sejarah Gletser Di Pegunungan Alpen: Dari Kejayaan Es Abadi Hingga Ancaman Kepunahan.

Sepanjang sejarah, gletser Alpen memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan manusia. Pada Abad Pertengahan, gletser di percaya sebagai tempat misterius dan di takuti oleh penduduk lokal. Beberapa masyarakat pegunungan bahkan menyebutnya sebagai tempat tinggal roh-roh jahat karena sering menyebabkan banjir bandang saat es mencair secara tiba-tiba. Namun seiring waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan, manusia mulai memahami proses terbentuknya gletser dan peran pentingnya dalam ekosistem.

Pada abad ke-18 dan ke-19, saat era eksplorasi alam mulai berkembang di Eropa, para ilmuwan dan pendaki mulai meneliti gletser secara serius. Gletser menjadi daya tarik ilmiah dan wisata, terutama di wilayah Swiss dan Prancis. Pendakian gunung dan pengamatan gletser menjadi kegiatan populer di kalangan kalangan bangsawan dan ilmuwan. Gletser juga menjadi sumber penting untuk mengamati perubahan iklim secara alami.

Namun, memasuki abad ke-20, terutama sejak tahun 1980-an, gletser-gletser di Alpen mulai menunjukkan tanda-tanda penyusutan yang drastis. Data ilmiah mencatat bahwa lebih dari separuh volume gletser di Alpen telah mencair dalam 100 tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh peningkatan suhu global, perubahan pola curah hujan, serta musim panas yang semakin panjang dan panas.

Kini, sejarah panjang gletser Alpen berada di ujung krisis. Dari simbol kekuatan alam, mereka berubah menjadi indikator paling nyata dari dampak perubahan iklim.

Kronologi Longsor Gletser Di Pegunungan Alpen

Peristiwa longsor gletser yang terjadi di Pegunungan Alpen pada akhir Mei 2025. Merupakan salah satu kejadian alam yang mencemaskan para ahli lingkungan dan penduduk setempat. Gletser yang longsor merupakan bagian dari Gletser Theodul. Yang terletak di perbatasan antara Swiss dan Italia, dekat kawasan wisata populer Zermatt. Kejadian ini berlangsung setelah beberapa hari berturut-turut wilayah tersebut. Mengalami lonjakan suhu ekstrem hingga mencapai 28°C. Yang sangat tidak biasa untuk ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut Kronologi Longsor Gletser Di Pegunungan Alpen.

Sekitar pukul 11.00 waktu setempat pada 27 Mei 2025, tim pemantau dari Swiss Glacier Monitoring Network (GLAMOS) mendeteksi pergerakan abnormal di bagian atas gletser. Sensor suhu dan retakan es menunjukkan peningkatan tekanan yang signifikan, menandakan adanya instabilitas struktur es. Pada pukul 14.17, longsor besar terjadi—bongkahan es, salju, dan batu meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah lembah. Getaran dari longsoran bahkan terdeteksi oleh seismograf di wilayah Valais, Swiss.

Beruntung, wilayah longsor berada di zona yang telah di tutup sementara oleh otoritas karena peringatan cuaca panas. Tidak ada wisatawan atau pendaki di jalur tersebut, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, longsoran ini merusak sebagian jalur pendakian serta beberapa peralatan observasi cuaca dan pemantau gletser yang terpasang di area tersebut. Awan debu es yang terbentuk dari longsor terlihat dari jarak lebih dari 10 kilometer.

Setelah kejadian, tim penyelamat dan ilmuwan segera melakukan peninjauan lokasi. Mereka menyimpulkan bahwa longsor ini merupakan dampak langsung dari mencairnya lapisan dasar gletser secara cepat, yang menyebabkan bagian atasnya runtuh. Pemerintah Swiss dan Italia segera memperketat pengawasan di kawasan pegunungan.

Dampak Longsor Gletser Di Pegunungan Alpen

Longsor gletser yang terjadi di Pegunungan Alpen pada akhir Mei 2025 membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya bagi wilayah terdampak secara langsung, tetapi juga secara luas terhadap lingkungan. Sektor pariwisata, dan kesadaran masyarakat akan perubahan iklim. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa karena lokasi telah di tutup sementara sebelum kejadian. Kerusakan yang di timbulkan cukup signifikan dan menjadi perhatian serius pemerintah serta komunitas ilmiah Dampak Longsor Gletser Di Pegunungan Alpen.

Salah satu dampak utama dari longsor ini adalah kerusakan infrastruktur pendakian dan fasilitas pemantauan cuaca. Jalur pendakian utama menuju kawasan Gletser Theodul tertutup material longsoran berupa es dan batu, membuat akses ke daerah tersebut tidak dapat di gunakan hingga waktu yang belum di tentukan. Beberapa peralatan sensor gletser yang di pasang oleh lembaga pemantauan iklim juga rusak, sehingga mengganggu proses pengumpulan data yang penting untuk riset perubahan iklim.

Di sektor pariwisata, dampaknya terasa cukup besar. Kawasan Zermatt dan sekitarnya yang merupakan destinasi wisata populer di Swiss mengalami penurunan kunjungan wisatawan secara drastis karena penutupan jalur dan meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan. Operator wisata dan pendaki gunung harus membatalkan atau menunda perjalanan mereka. Hal ini menimbulkan kerugian ekonomi, terutama bagi masyarakat lokal yang bergantung pada sektor wisata.

Dari sisi lingkungan, longsoran ini mengubah struktur alami permukaan gletser dan meningkatkan risiko longsor susulan di wilayah sekitar. Selain itu, bongkahan es yang mencair lebih cepat dapat meningkatkan debit air sungai di dataran rendah, berpotensi menyebabkan banjir jika tidak di antisipasi dengan baik.

Yang paling penting, peristiwa ini memberikan dampak psikologis dan simbolik: menjadi pengingat nyata bahwa perubahan iklim bukan sekadar wacana ilmiah, melainkan kenyataan yang sudah terjadi Longsor Gletser.

Exit mobile version