Site icon PosmetroTV24

Korea Selatan Siapkan 5 Zona Wisata Baru, Tak Lagi Terpusat di Seoul

Korea Selatan

Korea Selatan Siapkan 5 Zona Wisata Baru, Tak Lagi Terpusat di Seoul

Korea Selatan Mulai Menyiapkan Strategi Baru Untuk Mengembangkan Sektor Pariwisata Dengan Perluas Pusat Destinasi Ke Wilayah Di Luar Seoul. Pemerintah Korea Selatan memilih lima zona pariwisata berbasis bandara daerah sebagai bagian dari upaya membuat peta pertumbuhan pariwisata nasional menjadi lebih merata.

Kebijakan tersebut menjadi langkah penting karena wisatawan asing yang berkunjung ke Korea Selatan selama ini banyak menjadikan Seoul sebagai tujuan utama. Dengan pengembangan kawasan baru, pemerintah ingin wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelajahi daerah lain yang memiliki karakter budaya, alam, kuliner, dan pengalaman berbeda.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengumumkan penetapan lima zona pariwisata tersebut pada 10 September 2026. Pengembangan kawasan akan berpusat pada jaringan bandara daerah sehingga akses wisatawan internasional ke berbagai wilayah dapat di buat lebih mudah.

Lima Zona Pariwisata Jadi Pusat Baru Korea Selatan

Konsep lima zona pariwisata tersebut di rancang untuk menghubungkan bandara daerah dengan destinasi wisata di wilayah sekitarnya. Strategi ini diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk tidak hanya menghabiskan waktu di Seoul.

Memanfaatkan Bandara Daerah

Bandara daerah menjadi bagian penting dalam rencana tersebut karena berfungsi sebagai pintu masuk langsung menuju berbagai kawasan wisata. Dengan konektivitas yang lebih baik, perjalanan wisatawan di harapkan tidak selalu harus melalui Seoul terlebih dahulu.

Pemerintah juga melihat pengembangan kawasan tersebut sebagai cara untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan serta memperluas pengeluaran mereka ke daerah-daerah lain. Artinya, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata di harapkan tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota.

Setiap zona akan di kembangkan berdasarkan karakter dan potensi masing-masing daerah. Pendekatan tersebut memungkinkan wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih beragam ketika berkunjung ke Korea Selatan.

Alternatif Selain Seoul

Seoul memang tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan berkat popularitas K-pop, drama Korea, pusat perbelanjaan, kuliner, serta berbagai destinasi budaya. Namun, Korea Selatan sebenarnya memiliki banyak kawasan menarik di luar ibu kota.

Wisata Alam dan Budaya

Wilayah di luar Seoul menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari pegunungan, pantai, desa tradisional, hingga berbagai situs bersejarah. Pemerintah ingin potensi tersebut dikemas menjadi produk wisata yang lebih menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu contoh pendekatan serupa terlihat dalam pengembangan pariwisata kawasan DMZ. Pada September 2026, program DMZ Peace Festa menghubungkan sejumlah daya tarik wisata di wilayah perbatasan melalui tema alam, kehidupan, refleksi, dan wellness.

Pengembangan destinasi seperti ini menunjukkan bahwa pengalaman wisata Korea Selatan semakin diarahkan pada aktivitas yang lebih beragam, bukan hanya berkunjung ke kawasan perkotaan.

Mendorong Ekonomi Daerah

Penyebaran wisatawan ke berbagai wilayah juga di harapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal. Ketika wisatawan tinggal lebih lama di suatu daerah, bisnis hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga usaha kreatif setempat berpeluang mendapatkan manfaat.

Membuka Peluang bagi Pelaku Usaha Lokal

Pengembangan zona wisata dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan budaya daerah kepada wisatawan internasional. Kuliner khas, kerajinan, festival, serta aktivitas berbasis budaya dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Strategi tersebut juga sejalan dengan tren wisata yang semakin mengutamakan pengalaman. Wisatawan tidak hanya mencari tempat untuk berfoto, tetapi juga ingin merasakan kehidupan lokal dan memperoleh pengalaman yang berbeda dari destinasi populer.

Wisatawan Bisa Menjelajah Lebih Luas

Rencana lima zona pariwisata baru menunjukkan perubahan arah pengembangan sektor wisata Korea Selatan. Negara tersebut tidak lagi hanya mengandalkan Seoul sebagai pusat utama, tetapi berupaya menghubungkan wisatawan dengan berbagai destinasi di luar ibu kota.

Jika konektivitas, promosi, dan fasilitas pendukung terus di perkuat, kawasan-kawasan baru tersebut berpotensi menjadi pilihan menarik bagi wisatawan internasional. Bagi wisatawan Indonesia, perkembangan ini juga membuka peluang untuk membuat perjalanan ke Korea Selatan dengan rute yang lebih beragam.

Exit mobile version