Site icon PosmetroTV24

Atresia Bilier, Penyakit Langka Pada Bayi Yang Perlu Deteksi Dini

Atresia Bilier

Atresia Bilier, Penyakit Langka Pada Bayi Yang Perlu Deteksi Dini

Atresia Bilier Adalah Penyakit Langka Dan Serius Yang Menyerang Sistem Empedu Pada Bayi, Umumnya Terdeteksi Pada Minggu-Minggu Awal Kehidupan. Kondisi ini di tandai dengan tersumbat atau tidak terbentuknya saluran empedu, sehingga empedu dari hati tidak dapat mengalir ke usus. Akibatnya, empedu menumpuk di hati dan menyebabkan kerusakan hati yang progresif jika tidak segera di tangani.

Penyakit ini termasuk keadaan darurat medis pada anak, karena tanpa penanganan yang tepat, Atresia Bilier dapat berujung pada gagal hati dan memerlukan transplantasi hati.

Empedu berfungsi membantu pencernaan lemak dan membuang zat sisa dari hati. Pada bayi dengan kondisi ini, saluran empedu—baik di dalam maupun di luar hati—mengalami penyempitan, peradangan, atau bahkan tidak terbentuk sama sekali. Kondisi ini menyebabkan empedu tidak dapat keluar dari hati, sehingga menimbulkan peradangan kronis dan kerusakan jaringan hati.

Atresia Bilier biasanya muncul pada bayi yang tampak sehat saat lahir, namun gejalanya mulai terlihat dalam usia 2 hingga 8 minggu.

Penyebab Atresia Bilier dan Faktor Risiko

Hingga kini, penyebab pasti atresia bilier belum di ketahui secara jelas. Para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan gangguan perkembangan saluran empedu selama masa kehamilan atau dipicu oleh infeksi virus, gangguan imun, maupun faktor genetik tertentu. Namun, atresia bilier bukan penyakit keturunan langsung dan tidak menular.

Penyakit ini dapat terjadi pada bayi laki-laki maupun perempuan, meski beberapa penelitian menunjukkan angka kejadian sedikit lebih tinggi pada bayi perempuan.

Gejala Atresia Bilier

Gejala utama kondisi ini sering kali sulit dikenali pada awalnya, karena mirip dengan kondisi bayi baru lahir lainnya. Beberapa tanda yang perlu di waspadai antara lain:

Ikterus yang berkepanjangan menjadi tanda penting yang harus segera di periksakan ke tenaga medis.

Diagnosis Penyakit Ini

Diagnosis kondisi ini di lakukan melalui serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes darah untuk menilai fungsi hati, pemeriksaan ultrasonografi (USG), hingga pemindaian khusus untuk melihat aliran empedu. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan biopsi hati untuk memastikan tingkat kerusakan jaringan.

Deteksi dini sangat krusial, karena keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada usia bayi saat diagnosis di tegakkan.

Penanganan dan Pengobatan

Pengobatan utama atresia bilier adalah operasi Kasai atau hepatoportoenterostomi. Prosedur ini bertujuan untuk membuat jalur baru agar empedu dapat mengalir langsung dari hati ke usus. Operasi ini idealnya di lakukan sebelum bayi berusia 2–3 bulan untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Meskipun operasi Kasai dapat memperbaiki aliran empedu dan memperlambat kerusakan hati, tidak semua pasien mendapatkan hasil optimal. Dalam banyak kasus, anak dengan atresia bilier tetap memerlukan transplantasi hati di kemudian hari.

Selain tindakan bedah, perawatan lanjutan meliputi pemberian nutrisi khusus, suplemen vitamin larut lemak, serta pemantauan rutin fungsi hati untuk mencegah komplikasi.

Komplikasi yang Dapat Terjadi

Jika tidak di tangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis hati, hipertensi portal, infeksi saluran empedu, hingga gagal hati. Oleh karena itu, pemantauan jangka panjang sangat di perlukan, bahkan setelah tindakan operasi di lakukan.

Peran Orang Tua dan Kesimpulan

Peran orang tua sangat penting dalam mengenali tanda awal Atresia Bilier. Memerhatikan warna feses dan kulit bayi, serta segera berkonsultasi ke dokter jika terdapat ikterus yang berkepanjangan, dapat menyelamatkan fungsi hati anak.

Kesimpulannya, kondisi ini adalah penyakit langka namun berbahaya yang membutuhkan deteksi dan penanganan sedini mungkin. Dengan diagnosis cepat, operasi tepat waktu, dan perawatan berkelanjutan, anak dengan atresia bilier memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Exit mobile version