Grup Musik

Grup Musik No Na Sukses Debut Perdana, Tampil Langsung Di LA

Grup Musik Perempuan Asal Indonesia, No Na, Resmi Memulai Debut Internasional Mereka Pada 2 Mei 2025 Di Bawah Naungan Label Musik Ternama. Yang berasal dari Amerika Serikat, 88rising. Kehadiran mereka kini menandai sejarah baru sebagai girl group pertama yang di kontrak oleh 88rising. Sebelumnya label yang di kenal mempopulerkan artis Asia seperti Rich Brian, NIKI dan Joji. Selanjutnya No Na terdiri dari empat anggota berbakat, grup ini membawa warna baru dalam industri musik dengan menggabungkan unsur budaya Indonesia dan musik pop modern.

Yaitu Christy Gardena, yang memiliki latar belakang kuat di dunia tari, khususnya balet. Ia pernah meraih juara ketiga dalam International Dance Asia Competition 2019 untuk kategori duo. Sebelum debut bersama No Na, Christy juga aktif sebagai content creator di TikTok. Kemudian Esther Geraldine, ia mencuat lewat ajang Indonesian Idol musim ke-10. Ia telah merilis lagu berjudul “Rarity” dan pernah berkolaborasi dengan Dipha Barus dan Afgan dalam lagu “Keep It Hush”. Selanjutnya Baila Fauri, Baila mulai di kenal publik setelah mengikuti Indonesian Idol Junior 2014 dan mencapai posisi enam besar Grup Musik.

Sebelum bergabung dengan No Na, ia telah merilis beberapa lagu solo seperti “See You Kobe” dan “3 Dots”. Baila juga di kenal dekat dengan sejumlah selebriti muda Indonesia seperti Jennifer Coppen dan Devano Danendra. Dan Shazfa Adesya, Shazfa merupakan lulusan University of New South Wales (UNSW), Sydney, jurusan Media in Public Relations & Advertising. Ia di kenal sebagai penari berbakat dan aktif membagikan konten tari di TikTok. Maka mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta, Lombok dan Bali Grup Musik.

Penampilan Mereka Mendapat Sambutan Hangat Dari Penonton Dan Media

Sebelumnya nama “No Na” di ambil dari kata dalam bahasa Indonesia yang berarti “nona” atau “gadis muda”, mencerminkan identitas budaya mereka. Debut mereka di tandai dengan peluncuran single perdana berjudul “Shoot”, yang di produksi oleh The Stereotypes. Dan di rilis bersamaan dengan video musik yang menampilkan keindahan alam Indonesia. Pada 31 Mei 2025, No Na tampil untuk pertama kalinya di panggung internasional dalam festival musik Head in the Clouds di Los Angeles. Penampilan Mereka Mendapat Sambutan Hangat Dari Penonton Dan Media. Tentunya menandai langkah awal yang menjanjikan dalam karier musik mereka di kancah global. Penampilan perdana mereka ini berlangsung di Rose Bowl Stadium, Pasadena. Dan menjadi salah satu momen paling dinanti dalam festival tersebut.

No Na membawakan lima lagu dalam penampilan mereka, termasuk single debut “Shoot” dan lagu terbaru “Superstitious / The Pleasure”. Lalu penampilan mereka di tandai dengan koreografi yang energik dan vokal yang kuat. Sebelumnya penampilan No Na mendapat sambutan hangat dari penonton dan media. Akun resmi Head in the Clouds Festival di X (sebelumnya Twitter) menyatakan bahwa No Na tampil di panggung utama di depan ratusan ribu penonton, menandai debut yang mengesankan bagi grup ini. Dengan mengusung genre musik R&B dan pop dengan sentuhan modern. Grup ini terinspirasi dari artis ternama seperti Diana Ross, Janet Jackson, SWV dan TLC. Serta musisi kontemporer seperti Victoria Monét dan Flo. Kombinasi ini menciptakan gaya musik yang unik dan menarik bagi pendengar dari berbagai latar belakang. Setiap rilisan mereka terasa seperti eksplorasi kreatif yang tidak terikat oleh batasan genre mainstream.

Grup Musik Ini Telah Menunjukkan Bahwa Mereka Bukan Sekadar Girl Group Biasa

Maka grup ini tidak ragu menampilkan sisi lembut dan emosional dalam satu lagu, lalu berganti menjadi agresif dan edgy di bagian berikutnya. Lebih dari sekadar musik, maka mereka hadir membawa semangat “empowerment”, ekspresi diri dan kebebasan kreatif. Lagu-lagu mereka sering menyuarakan tema seperti kemandirian, identitas, kesadaran emosional. Dan penolakan terhadap ekspektasi sosial. Ini membuat mereka tidak hanya terdengar keren, tetapi juga relevan bagi generasi muda global yang sedang mencari suara dan jati diri. Dengan identitas musikal yang kuat dan inspirasi yang berakar pada keberagaman budaya. Tentunya Grup Musik Ini Telah Menunjukkan Bahwa Mereka Bukan Sekadar Girl Group Biasa. Tapi mereka adalah wajah baru dari pop global yang progresif dan tak terduga. Dengan dukungan dari 88rising dan respon positif dari publik. Grup ini menunjukkan potensi besar untuk menjadi ikon musik Asia di panggung dunia.

Mereka tidak hanya membawa warna baru dalam industri musik, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia kepada audiens internasional. Sejak debut mereka bersama 88rising, grup No Na telah menunjukkan potensi besar untuk menjadi ikon baru di industri musik global. Dengan konsep artistik yang kuat, pendekatan musik yang unik. Dan identitas multikultural yang menonjol, masa depan mereka tampak sangat menjanjikan. Sebagai bagian dari keluarga 88rising, No Na memiliki keunggulan strategis. Label ini terkenal sukses membawa artis Asia seperti Rich Brian, NIKI dan Joji ke pasar global. 88rising juga memiliki hubungan kuat dengan festival internasional, platform digital dan kolaborasi lintas benua. Maka semua ini membuka jalan lebar bagi No Na untuk terus tampil di panggung besar seperti Head In The Clouds, Coachella, atau bahkan SXSW.

Gaya Musik No Na Yang Eksperimental Dan Visual Yang Berani

Dan grup ini sudah menunjukkan kemampuannya tampil dalam beragam bahasa seperti Inggris, Korea, Mandarin dan Indonesia. Ini menjadikan mereka sangat relevan di pasar Asia maupun Barat. Multikulturalisme mereka bukan hanya citra, tetapi bagian dari jati diri grup yang membuat mereka bisa menjangkau lebih banyak penggemar lintas budaya. Gaya Musik No Na Yang Eksperimental Dan Visual Yang Berani sangat resonan dengan generasi Gen Z dan Alpha. Dengan kelompok yang tumbuh dengan internet, mode cepat berubah dan nilai-nilai keaslian serta ekspresi diri. Grup ini tidak hanya menjadi musisi, tapi juga simbol semangat untuk menjadi berbeda dan berani. Dengan basis kuat di bawah 88rising, mereka memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dengan artis internasional. Kemudian desainer mode dan bahkan proyek-proyek film atau game. Visi mereka sebagai “proyek budaya”, bukan sekadar grup musik. Tapi membuka peluang ke dunia seni dan hiburan yang lebih luas.

Salah satu kekuatan utama grup tersebut adalah keberanian untuk terus bereksperimen. Selama mereka mempertahankan identitas ini. Dan terus menciptakan musik yang bermakna sekaligus inovatif. Pastinya mereka akan tetap relevan bahkan di tengah industri yang terus berubah. Dengan kombinasi talenta, dukungan industri dan keunikan artistik. Maka No Na berada di jalur yang tepat untuk menjadi fenomena global berikutnya dari Asia. Jika mereka terus menjaga momentum dan konsistensi kualitas. Tentunya tak di ragukan lagi masa depan mereka akan di penuhi dengan pencapaian besar. Dan pengaruh yang luas di dunia musik internasional. Nah, untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terbaru, kamu dapat mengikuti akun resmi No Na di Instagram Grup Musik.